Cerita Pilu Korban Kecelakaan di Nagreg yang Ditemukan di Cilacap

oleh -767 views
kecelakaan di nagreg

Salah satu berita yang menggemparkan masyarakat baru-baru ini adalah kisah pilu korban kecelakaan di Nagreg. Bagaimana tidak? Korban yang seharusnya mendapatkan perawatan justru ditemukan meninggal di aliran sungai Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas. 

Kronologi Kejadian Kecelakaan di Nagreg, Jawa Barat 

kecelakaan di nagreg
foto pelaku yang membawa korban (sumber gambar: okezone.com)

1. 8 Desember 2021 

Kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu terjadi pada Rabu, 8 Desember 2021 lalu. Salsabila yang merupakan korban perempuan masih berusia 14 tahun. Bersama kekasihnya Handi Saputra yang berusia 18 tahun mengalami kecelakaan di Jalan Nasional Nagreg, Desa Ciaro, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasi kecelakaan dekat dengan SPBU Pandai atau POM Bensin Nagreg. 

Ayah Handi yang bernama Entes Hidayatullah mendapatkan kabar dari tetangga bahwa mereka putra dan kekasihnya mengalami kecelakaan. Pihak keluarga Handi pun bergegas menuju daerah Limbangan Garut dan langsung ke tempat lokasi kecelakaan. Akan tetapi ketika sampai justru Bapak Entes tidak menemukan tanda-tanda keberadaan putranya. 

Entes hanya menemukan motor sang putra yang berada dalam kondisi hancur di pinggir jalan. Bapak Entes pun bertanya pada warga sekitar mengenai kondisi dan keberadaan Handi & Salsabila. Dari penuturan warga sekitar, Handi & Salsabila dibawa oleh sebuah minibus warna hitam yang merupakan pelaku penabarakan ke arah selatan. 

Selain mendapat informasi tentang keberadaan puteranya, Entes juga mendapatkan kesaksian kronologi kecelakaan. Kata warga sekitar, Handi & Salsabila sedang berkendara menuju arah Bandung. Akan tetapi ketika di depan SPBU Nagreg, motor mereka tertabrak oleh mobil Panther warna hitam dari arah yang berlawanan. 

Atas kesaksian dan informasi itulah Entes berusaha mencari keberadaan putranya di beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas sekitar. “Sudah saya cari dimana-mana, puskesmas juga sudah saya cari tapi tidak ada”, tutur Entes. 

2. Sabtu, 11 Desember 2021

Selang 2 hari dari kejadian itu, warga yang ada di pinggiran Sungai Serayu Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah gempar dengan penemuan sesosok jasad perempuan. Pada hari yang sama juga, warga yang ada di pinggir Sungai Serayu, Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah juga menemukan sosok jasad pria muda di aliran sungai. 

Pada saat itu, polisi yang mendapatkan laporan dari warga langsung melakukan olah kejadian perkara. Akan tetapi, saat itu polisi belum bisa mengungkap identitas dari kedua jasad tersebut karena kondisi jasadnya. Polisi hanya bisa mencari identitas korban dari pakaian yang masih mereka pakai. 

Jasad wanita memiliki tinggi 145 cm dan kondisi kepala yang sudah mengelupas dan melepuh. Korban menggunakan kaos berwarna biru dongker dan mengenakan gelang kain berwarna hitam yang terbuat dari perak. Sementara jasad pria muda juga dalam keadaan kulit yang sudah mengelupas. 

Karena tidak berhasil menemukan identitas, jasad yang mirip dengan Salsabila akhirnya melalui proses pemakaman di Desa Banjarparakan Rawalo, Nagreg. Sementara itu, jasad pria muda dimakamkan di Banyumas. 

3. Jumat, 17 Desember 2021 

Berselang 6 hari, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi kedua jasad korban dari hasil pengumpulan bukti dan keterangan dari pihak keluarga. Hasilnya, memang kedua korban tersebut adalah Handi dan Salsabila. 

Kabid Humas Polda Jateng mengungkapkan bahwa orang tua Handi, datang ke Polres Banyumas untuk menyampaikan kesaksian pada Jumat 17 Desember malam. Sementara orang tua dari pihak Salsabila juga menyusul hadir ke Polres Banyumas pada Sabtu, 18 Desember dini hari. 

Baca Juga: Keunikan Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo Cilacap

Penuturan Warga Sekitar Melihat Pelaku Pembuangan Jasad

kecelakaan di nagreg
penuturan akun @syf_un yang merupakan warga sekitar (sumber gambar: twitter.com)

Dalam kasus kecelakaan di Nagreg ini, warga sekitar POM Bensin Nagreg mungkin adalah saksi kunci yang terpenting. Pasalnya, dari penuturan merekalah akhirnya terungkap bagaimana bisa seorang korban kecelakaan justru dibuang di sungai. Menurut penuturan warga, setelah kecelakaan terjadi Salsabila dan Handi langsung tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. 

Mobil panther warna hitam yang menabrak mereka berisi 3 (tiga) pria yang kemudian langsung mengevakuasi Handi & Salsabila. Karena berniat ingin membantu, warga sekitar otomatis langsung ikut untuk membantu proses evakuasi tersebut dan berniat mengantarkan juga ke Rumah Sakit. 

Namun keanehan terjadi ketika 3 (tiga) pelaku justru tidak mau sama sekali dan melarang warga untuk ikut. Ketiga orang pelaku penabrakan juga berujar bahwa akan membawa kedua korban ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan medis yang sesuai. Mendapatkan larangan, akhirnya beberapa warga mengambil inisiatif untuk mengambil foto para pelaku ketika mengevakuasi korban. 

Dari cuitan Twitter yang ditulis oleh akun @zoelfick, perhatian masyarakat Indonesia akhirnya mengarah pada kejadian tersebut. Pada akhirnya banyak netizen yang ternyata bertempat tinggal di dekat kejadian kecelakaan. Seperti penuturan akun @syf_un, yang berujar bahwa memang ada beberapa warga yang ingin ikut ke dalam mobil mengantar korban. 

Hanya saja, memang dari ketiga pelaku penabrakan, melarang satu wargapun untuk ikut. Pada saat itu, tetap ada warga yang ikut membuntuti mobil pelaku menggunakan sepeda motor. Namun sayang karena kecepatan yang tinggi, akhirnya motor kehilangan jejak mobil Panther warna hitam tersebut. 

Pihak Keluarga Berharap Pelaku Cepat Tertangkap 

Setelah berhasil melakukan identifikasi, makam Handi Saputra yang awalnya di Banyumas kembali melalui proses pembongkaran makam. Pasalnya, pihak keluarga ingin memindahkan makam ke kampung halaman yaitu Limbangan, Kabupaten Garut. 

Atas kejadian kecelakaan di Nagreg ini, baik pihak keluarga Handi maupun Salsabila berharap agar kepolisian setempat bisa segera menangkap pelaku. Entes Hidayatullah yang merupakan orang tua dari Handi berujar “Saya sangat mohon dapatkan itu orangnya pasti punya anak juga. Kok setega itu sudah menabrak dan malah membuang. Sakit hati anak saya malah dibuang ke kali” 

Hingga 19 Desember 2021 lalu, pihak Polda Jateng siap untuk memberikan bantuan pada pihak Polresta Bandung dalam pemburuan pelaku tabrak lari. Pasalnya, kejadian kecelakaan ini terjadi di wilayah Nagreg dan menjadi kewenangan dari Polresta Bandung. 

Namun, lebih lanjut Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy masih belum mau berspekulasi soal pembuangan jenazah Handi dan Salsabila dilakukan oleh pengendara yang menabrak mereka. Semua kemungkinan bisa terjadi oleh karena itu proses visum dan pemeriksaan lanjutan tetap berlangsung hingga saat ini. Semoga bisa membantu agar kasus kecelakaan di Nagreg yang tragis ini bisa segera terungkap. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.