Berkenalan dengan Dawet Ayu: Minuman Khas dari Banjarnegara

oleh -36 views
minuman khas dari banjarnegara adalah

Minuman khas dari Banjarnegara adalah Dawet Ayu. Jenis minuman ini memang sudah sangat populer dan tersohor sebagai ikon dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Tidak heran kalau banyak wisatawan yang pergi ke daerah ini selalu menyempatkan diri untuk mencicipi dawet ini. Sebagai sebuah minuman tradisional, Dawet Ayu menyimpan sejarah dan juga fakta menariknya tersendiri. Seperti apa cerita tersebut? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Minuman Khas dari Banjarnegara Adalah Es Dawet Ayu

minuman khas dari banjarnegara adalah
(sumber gambar: tribunnews.com)

Memang bukan hal yang baru lagi jika minuman khas dari Banjarnegara adalah es dawet ayu. Bagi masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya minuman ini bukan hal baru dan sudah sangat dekat dengan kehidupan mereka. Ini merupakan sebuah sajian minuman yang memadukan antara dawet yang terbuat dari tepung singkong, daun pandan, santan, dan juga gula jawa.

Di daerah lain juga terdapat minuman yang seperti ini, tetapi umum terkenal dengan nama es dawet saja. Penyebutan Dawet Ayu memang sangat melekat untuk minuman dawet yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Keberadaan dawet ayu juga tidak terlepas dari kisah sejarahnya tersendiri, terutama yang menyebabkan adanya kata “Ayu” setelah dawet. Melansir dari banyak sumber, ada 3 (tiga) cerita yang memuat asal-usul nama dawet ayu. Ketiga cerita tersebut adalah:

1. Versi Pertama dari Lagu

Pendapat sejarah versi ini mengemukakan kalau kata Ayu berasal dari lagu yang penciptanya adalah seorang seniman Banjarnegara yang bernama Bono. Lagu tersebut memiliki judul “Dawet Ayu Banjarnegara”. Lagu ini sangat sederhana dan menceritakan tentang seorang adik yang bertanya kepada kakaknya ingin pergi kemana. Saat pergi, jangan lupa membeli dawet Banjarnegara yang manis, dingin, dan segar.

Setelah itu, pada kisaran tahun 1980-an, lagu tersebut kembali dipopulerkan oleh grup Calung dan Lawak dari Banyumas, yaitu Peang Penjol. Berkat Peang Penjol lah istilah Dawet Ayu khas Banjarnegara semakin luas masyarakat ketahui. Inilah yang kemudian membuat penyebutan minuman dawet memiliki kata ayu dibelakangnya.

2. Versi Kedua dari Cerita Turun Temurun

Sejarah lain yang menceritakan asal usul nama ayu pada minuman khas dari Banjanegara adalah dari cerita turun temurun tentang seorang pedagang dawet. Dikisahkan ada sebuah keluarga yang sudah berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Nah, ada generasi ketiga pedagang tersebut yang sangat terkenal akan kecantikannya. Inilah yang kemudian membuat banyak orang menyebut dawet yang ia jual sebagai dawet ayu.

3. Versi Ketiga dari Keterangan Tokoh Masyarakat

Versi ketiga nama dawet ayu ini berasal dari keterangan tokoh masyarakat Banyumas yang bernama Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu. Berdasarkan keterangan beliau, dulunya ada seorang pedagang dawet yang bernama Munardjo dan memiliki seorang istri yang sangat cantik. Karena kecantikannya itulah ia menyebut dawetnya sebagai dawet ayu. Dari sinilah nama Dawet Ayu semakin populer menjadi ciri khas dari dawet yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah.

Cara Membuat Dawet Ayu Khas Banjarnegara

minuman khas dari banjarnegara adalah
(sumber gambar: wiradesa.com)

Bukan rahasia lagi jika bahan utama pembuatan minuman khas dari Banjarnegara adalah tepung beras, sama seperti pembuatan cendol pada umumnya. Selain itu, masih ada banyak bahan lainnya yang tidak boleh Anda lewatkan agar bisa membuat segelas dawet ayu yang lezat dan juga otentik. Berikut adalah resep dan cara membuat dawet ayu yang bisa Anda ikuti:

1. Bahan-bahan untuk Dawet

  • 100 gram tepung tapioka
  • 150 gram tepung beras
  • 750 ml air dingin
  • 1/2 sdt garam
  • 4 sdm air kapur atau bisa diganti dengan 1/2 sdt soda kue atau baking soda
  • 8 sampai 10 biji buah nangka (potong kecil-kecil dan sisihkan)
  • 1 liter air es yang nantinya berfungsi untuk menampung dawet yang sudah dicetak

2. Bahan Perwarna Hijau Alami

  • 100 ml air
  • 10 sampai 12 batang daun suji atau 100 gram daun pandan wangi (potong-potong halus)

3. Bahan Santan

  • 2 lembar daun pandan (ikat)
  • 800 ml santan agak kental atau bisa menggunakan 400 ml santan sangat kental yang dicampur dengan 400 ml air
  • 1/2 sdt garam

4. Bahan Larutan Gula

  • 1 lembar daun pandan (ikat)
  • 250 ml air
  • 250 gram gula merah (sisir)

5. Cara Membuat

Untuk proses pembuatan, akan terbagi dalam 3 (tiga) tahap, yaitu membuat larutan pewarna hijau alami, membuat dawet, dan terakhir adalah membuat larutan santan dan gula. Berikut adalah cara lengkapnya:

a. Membuat Larutan Hijau Alami

  1. Silahkan cuci bersih daun pandan atau daun suji kemudian iris halus. Setelah itu masukkan ke dalam blender dan tambahkan 100 ml air dingin
  2. Blender daun pandan atau daun suji sampai benar-benar halus
  3. Saring dengan menggunakan saringan santan dan peras sampai ampasnya benar-benar kering
  4. Selesai, sisihkan larutan warna hijau lebih dulu.

b. Membuat Dawet

  • Campurkan tepung tapioka, tepung beras, dan bahan pengenyal ke dalam satu wadah besar
  • Tambahkan setengah bagian dari 750 ml air sedikit demi sedikit ke adonan tepung dan aduk sampai menjadi adonan yang tercampur rata dan juga encer
  • Tuang sisa air ke dalam panci yang agak besar dan masukkan larutan hijau tadi dan air kapur sirih
  • Setelah itu rebus larutan air sampai mendidih. Jika sudah, angkat dari kompor dan tambahkan larutan tepung encer ke dalam panci sambil diaduk sampai benar-benar rata
  • Hidupkan kembali api dan panaskan adonan sambil terus mengaduknya. Jangan menggunakan api besar karena bisa mudah gosong dan membuat hasil dawet jadi jelek. Selain itu, usahakan untuk terus mengaduk sampai tidak ada bagian yang masih menggumpal
  • Jika sudah matang, maka akan muncul letupan-letupan kecil dan tekstur dawet akan mulai mengental
  • Masih dalam keadaan panas, ambil beberapa sendok adonan dan masukkan ke dalam cetakan dawet dan cetak
  • Tampung ke dalam wadah besar yang berisi air dingin agar dawet bisa langsung jadi.
  • Ulangi cetak sampai adonan jadi dan dawet pun selesai Anda buat.

c. Membuat Larutan Santan dan Gula

Untuk larutan santan, silahkan masak semua bahan termasuk santan, garam, dan daun pandan dengan menggunakan api sedang. Teruslah mengaduk agar tidak ada bagian yang gosong dan menggumpal. Jika sudah hangat, matikan kompor dan sisihkan. Sementara untuk saus gula, masak semua bahan saus sampai larut dan mengental. Jika sudah sisihkan.

6. Cara Penyajian

Untuk penyajian, cukup siapkan sebuah gelas atau mangkuk. Setelah itu, masukkan saus gula sesuai selera dan tambahkan dawet dan irisan buah nangka. Selanjutnya siram dengan santan. Agar lebih segar, Anda bisa menyajikannya dengan tambahan es batu. Tapi dawet ayu ini juga bisa disajikan secara hangat tanpa es, tergantung selera.

Segelas es dawet ayu yang lezat pun sudah siap untuk Anda santap. Mudah bukan? Sebagai catatan, saat ini sudah banyak sekali inovasi resep es dawet ayu yang bisa Anda ikuti. Terutama inovasi dari segi isian atau topping. Banyak orang yang kini menambahkan isian lain disamping nangka. Misalnya durian, coklat, tape ketan, bahkan hingga keju.

Jadi untuk perihal inovasi ini bsia Anda sesuaikan lagi menurut selera masing-masing ya. Jika berkunjung ke Banjarnegara, Anda juga bisa menemukan penjual es dawet ayu ini dengan sangat mudah di banyak tempat. Mulai di pinggiran jalan, pasar tradisional, depot es, dan lain sebagainya. Apalagi harganya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 8.000-an saja.

Sekarang Anda sudah tau kan kalau minuman khas dari Banjarnegara adalah dawet ayu? Cara pembuatan dari minuman ini juga sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak bahan yang ribet. Saat berkunjung atau berlibur ke Jawa Tengah, pastikan untuk mencicipi minuman yang manis, segar, dan legit ini ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.