Keunikan Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo Cilacap

oleh -997 views
Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo

Indonesia memiliki banyak sekali pondok pesantren yang berkualitas serta memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo yang berada Cilacap, Jawa Tengah. Pernahkah Anda mendengar tentang pesantren ini? Jika belum, inilah profil lengkap serta berbagai keunikan yang bisa Anda temukan di ponpes ini. 

Mengenal Sistem Pendidikan di Pesantren 

Sebagai salah satu tempat menimba ilmu yang populer di Indonesia, sistem di ponpes memang berbeda dengan sekolah biasa. Perbedaan tersebut bisa Anda lihat dari beberapa aspek penting dari kedua lembaga pendidikan tersebut. Aspek yang pertama adalah kurikulum. Sekolah umum akan menggunakan kurikulum yang berasal dari pemerintah, sementara pesantren tidak. 

Kurikulum yang ada di pesantren adalah kurikulum tersendiri yang lebih menitikberatkan pendidikan di pelajaran agama. Aspek kedua adalah kegiatan pembelajaran di kedua lembaga tersebut. Ketika masuk ke pesantren, maka siswa akan mendapatkan kegiatan dan aktivitas yang lebih padat daripada sekolah umum biasa. 

Perbedaan selanjutnya adalah tentang pendidikan agama yang akan siswa siswi dapatkan. Pesantren jelas akan memberikan pendidikan agama dengan kapasitas yang lebih besar daripada sekolah umum. Para santri akan mendapatkan ilmu tentang agama sekaligus akhlak sesuai dengan ajaran Islam dan langsung mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah umum juga memiliki pendidikan agama, namun memang porsinya tidak akan sebanyak pesantren. 

Alasan Bersekolah di Pesantren 

Sebagai tempat menimba ilmu agama, ponpes memang menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama dengan lebih dalam. Selain karena alasan agama, inilah beberapa alasan lain yang bisa seseorang memilih pesantren: 

1. Untuk Membentuk Rutinitas Ibadah dan Hidup yang Teratur

Ketika masuk pesantren, Anda akan terbiasa dengan pola hidup yang teratur terutama untuk urusan ibadah. Pasalnya, sudah ada jadwal kegiatan yang rutin mulai dari bangun tidur sampai malam menjelang tidur seperti sholat, mengaji, dan lain sebagainya. Saat Anda sudah keluar dari pesantren, kebiasaan ini akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. 

2. Tempat Belajar yang Sempurna 

Di Pesantren, Anda tetap bisa mendapatkan pelajaran seputar pengetahuan umum layaknya sekolah umum biasa. Apalagi pada pondok pesantren yang modern, maka pelajaran seperti sekolah biasa akan Anda dapat dengan cukup besar porsinya. Hanya saja, memang yang lebih penting di pesantren adalah ilmu tentang agama. Dengan kedua kombinasi ini, maka banyak yang menyebut ponpes sebagai tempat belajar yang sempurna karena seimbangnya jumlah pelajaran pengetahuan umum dan juga agama. 

3. Tempat untuk Belajar Mandiri 

Ketika bersekolah di ponpes Anda harus melakukan segalanya sendiri dan harus bisa hidup secara mandiri. Semua kegiatan seperti mencuci baju, membersihkan kamar, dan lainnya tidak bisa Anda serahkan kepada orang lain. Dengan begitu, pola hidup dan kebiasaan yang mandiri dan tidak menggantungkan diri pada siapapun jelas akan terbentuk perlahan ketika Anda bersekolah di ponpes. 

Profil Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo 

Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo
(sumber gambar: Twitter.com)

Sebagai negara dengan jumlah mayoritas muslim yang besar, ada banyak sekali pondok pesantren di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya adalah daerah Cilacap yang memiliki Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo. Bagi Anda yang tinggal di kawasan Cilacap, Jawa Tengah tentu pasti sudah tidak asing dengan ponpes ini. Namun, jika Anda masih belum akrab dengan ponpes ini, maka simak profilnya berikut ini

Pendiri dari ponpes Metal Tobat Sunan Kalijogo adalah seorang Kyai muda yang bernama KH. Soleh Ali Mahbub yang juga bisa Anda sapa dengan sebutan Abah Soleh. Para santri maupun masyarakat sekitar juga sering memanggil beliau dengan sebutan Abah. Lokasi pondok pesantren ini berada di Alurbulu, Bulusari, Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Nomor Teleponnya adalah 0822-2573-3536.

Menurut berbagai sumber ponpes ini berdiri pada tahun 1999 dengan pendirian awal hanya berupa pondok awal untuk putra dan memiliki alua tempat peribadatan. Pembangunan ponpes terus berkembang pada tahun 2002-2003 yaitu mulai dibangun kantor resmi dari ponpes Metal Tobat. Kantor ini yang menjadi pusat dari segala kegiatan administrasi yang terjadi di ponpes ini. Setelah itu, pembangunan terus berlanjut hingga ke tahun 2006-2007 yaitu mulai membangun pondok bagi santri putri atau santriwati. 

Setelah pembangunan tersebut, baru secara resmi ponpes Metal Tobat menerima santri putra maupun putri dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang datang dari luar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, dan lain sebagainya. Hingga saat ini Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo memiliki lebih dari 300 orang santri. 

Secara megah, ponpes Metal Tobat berdiri pada lahan dengan kurang lebih 500 ubin luasnya. Sebelum menjadi tempat berdirinya sebuah ponpes, lahan ini merupakan area persawahan liar yang terkenal dengan suasana yang angker dan menakutkan. Akan tetapi setelah menjadi tempat berdirinya ponpes, maka lahan tersebut sudah tidak ada lagi. 

Baca Juga: 9 Spot Mancing di Cilacap, Buat Anda yang Hobi Memancing

Arti Nama, Misi, dan Logo Ponpes Metal Tobat

Sebutan lain dari ponpes ini adalah Pusat Komando Militer. Lalu, pernahkah Anda bertanya-tanya apa arti dari metal tobat? Pada dasarnya, makna “Metal” adalah singkatan dari Membaca Tulisan Al-Qur’an. Sementara untuk “Tobat” merupakan asal kata dari Tuba yang memiliki arti bejo banget atau beruntung sekali. Apabila Anda menggabungkannya, maka metal tobat memiliki harapan siapa saja yang masuk ke dalamnya InsyaAllah akan beruntung. 

Misi dari ponpes Metal Tobat adalah “Mengajak Para Sahabat Islam untuk Berjuang dalam Agama, Amar Ma’ruf Nahi Munkar serta Memperbaiki Akhlak. Bengkel Moral Masa Kini, Li’i Lai Kalimatillah”  Lalu, bagaimana dengan logo ponpes? Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo memiliki logo berupa Kepala Macan. 

Meski terlihat sederhana, namun logo ini menyimpan filosofi dan juga pesan yang sangat dalam bagi seluruh santrinya. Arti dari logo ini adalah agar para santri senantiasa meniru dan juga memperhatikan seperti apa gerakan dan tingkah laku dari Macan. 

Hewan macan atau harimau memang sangat kuat dan memiliki perilaku yang bagus, meski memang hewan buas namun tingkah laku macan tetap bisa menjadi filosofi hidup. Ketika macan diam, maka banyak hewan lain yang takut dan banyak hewan lain yang segan terhadapnya. 

Artinya, sebagai santri dari ponpes Metal Tobat, Anda tidak perlu terlalu banyak bicara yang tidak perlu, akan tetapi harus bisa memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat dan lingkungan. Selain itu, juga harus bisa menjadi sosok yang disegani dan ketika berdakwah bisa dengan suara yang lantang dan bisa membuat para jamaah menjadi paham dan mengerti akan apa yang disampaikan. 

Lingkup Pelajaran dan Rutinitas di Ponpes 

Ada beberapa pelajaran utama yang akan Anda dapatkan ketika menuntut ilmu di pondok ini. Beberapa pelajaran tersebut adalah Nahwu, Shorof, Tajwid & Makhroj, Fiqih, Tauhid, Hadits, Tafsir, dan berbagai Kitab kuning lainnya. Dengan pelajaran yang sangat beragam, maka tidak mengherankan apabila ilmu agama yang bisa Anda peroleh di ponpes ini sangatlah besar dan mendalam. 

Tidak hanya pelajaran seputar agama Islam yang mendalam, para santri juga bisa mempelajari hal lain seperti bermusik, melukis, atau melakukan kegiatan seni lain. Pasalnya, menurut pendiri pesantren, yang paling penting adalah bagaimana untuk menyisipkan jiwa santri bagi para siswa siswi yang adai di ponpes. Pengasuh ponpes juga sebisa mungkin mendorong santri ke arah potensi yang mereka miliki sesuai bakat dan minat. 

Lalu, seperti apa dengan rutinitas yang santri jalankan di ponpes ini? Sama seperti berbagai ponpes lainnya, juga ada rutinitas kegiatan yang teratur di pondok ini. Rutinitas yang paling pasti adalah harus mengikuti shalat berjamaah dengan disiplin dan sesuai aturan 5 waktu. Akan tetapi, untuk persoalan mengaji, itu akan kembali pada pribadi santri masing-masing. Ponpes akan sangat membebaskan persoalan ini. 

Jika memang tujuan awal masuk ke ponpes adalah untuk menuntut ilmu, maka secara otomatis santri akan senang dengan kegiatan mengaji dan belajar Al-Qur’an. Akan tetapi, jika masuk ke ponpes untuk tujuan memperbaiki akhlak maka umumnya pengasuh ponpes akan memiliki peraturan dan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi hal tersebut. 

Benarkah Menjadi Bengkel Moral?

Banyak orang yang menyebut ponpes Metal Tobat sebagai “Bengkelnya Orang Rusak” atau ponpes tempat rehabilitasi dari orang-orang yang bermasalah. Penyebutan ini sebenarnya memang tidak salah. Akan tetapi, tidak semua santri yang ada di ponpes ini pernah bermasalah, namun memang sebagian besar pernah memiliki catatan kelam dalam kehidupannya. 

Tidak hanya itu, ketika mengunjungi ponpes ini Anda juga bisa melihat banyak santri yang memiliki tato, tindik, dan juga memiliki rambut panjang. Tentu semua ini adalah bagian dari masa lalu para santri tersebut. Akan tetapi perlu Anda tahu bahwa tidak ada larangan bagi santri di ponpes Metal Tobat untuk memiliki rambut yang panjang. Anda bebas memiliki rambut yang panjang ketika menuntut ilmu di ponpes ini. 

Tidak hanya memberikan dispensasi bagi pemilik rambut panjang, ponpes juga tidak melarang para santrinya untuk merokok. Ketika ditanya alasan mengapa rokok boleh, maka pihak ponpes mengungkapkan jika peraturan larangan merokok penerapannya langsung ketat, maka justru akhlak dan perilaku santri tidak akan membaik. Jadi biarlah tetap merokok asal tetap mengikuti semua aturan yang ada di ponpes. 

Anda bebas untuk merokok, namun para orang tua juga bisa memberikan permintaan khusus terkait peraturan ini ke pihak ponpes. Jika memang orang tua tidak mau anak mereka merokok, maka silahkan langsung mengkomunikasikannya pada pihak ponpes supaya mendapatkan pengawasan yang lebih. 

Pilihan Tempat Rehab bagi Pecandu Miras dan Narkoba 

Satu hal lain yang perlu Anda tahu, sejak berdirinya ponpes di tahun 1999, pesantren ini bermula karena bimbingan Abah Soleh kepada anak-anak muda yang hidup di jalan. Pada saat itu, ada sekitar 17 orang anak muda yang memiliki latar belakang preman, pemabuk, bahkan pecandu narkoba. Para pemuda itulah yang menjadi murid paling awal di pesantren ini. 

Abah Soleh sendiri tidak menggunakan cara atau trik khusus untuk melepaskan jerat ketergantungan bagi anak didiknya. Beliau hanya meminta kepada para santri untuk melakukan puasa daud atau puasa selang seling (satu hari puasa, satu hari tidak berpuasa), selama 3 tahun lamanya. 

Selain itu, Abah Soleh juga mendorong para santri agar mau mengasah bakat yang mereka miliki supaya kualitas dan nilai diri mereka bisa meningkat. Metode ini juga tetap diterapkan sampai saat ini. Tidak heran jika banyak sekali yang menjadikan ponpes ini sebagai tempat untuk memperbaiki diri dan rehabilitasi dari jerat narkoba dan juga miras.  

Menjadi Tempat Mencari Ketenangan 

Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo
(sumber gambar: Liputan6.com)

Tidak hanya sebagai tempat memperbaiki akhlak, Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo juga menjadi tempat yang banyak orang pilih untuk mencari ketenangan. Bagi masyarakat sekitar, hal ini sudah menjadi pemandangan yang umum karena memang sudah banyak sekali orang yang melakukannya. Jika Anda mengunjungi ponpes, maka Anda bisa melihat banyak sekali gubuk-gubuk kecil yang berdiri. 

Ukuran gubuk itu tidak terlalu besar yaitu hanya sekitar 4×3 meter saja. Jumlahnya belasan dan berdiri secara berderet di pinggir jalan sempit dan banyak pepohonan pada sekelilingnya. Beberapa gubuk lain juga bisa Anda jumpai di tempat-tempat lain seperti dekat sungai kecil maupun kolam ikan. Bahkan tidak sedikit gubuk yang berdiri di luar area ponpes dan dekat dengan perumahan warga sekitar. Lalu, apa fungsi dari gubuk ini? 

Gubuk ini disebut juga sebagai Ulzah dan menjadi tempat untuk ber-khalwat atau mengasingkan diri bagi para santri supaya bisa mencapai tahap tertentu ketika belajar agama. Sembari menyepi, santri akan melakukan ritual Sufisme. Namun tidak semua santri bisa langsung melakukan Ulzah. Santri harus setidaknya tinggal di ponpes selama setidaknya 6 tahun, baru setelah itu bisa melakukan Ulzah. 

Sebelum 6 tahun, maka santri akan tetap tinggal di asrama layaknya ponpes lain pada umumnya. Ulzah sendiri sedikit berbeda dari kegiatan menyepi biasa, ketika melakukan Ulzah, maka santri akan menjauh dari keramaian dan fokus untuk mendalami ilmu yang sedang mereka pelajari. Kebanyakan memang harus mencari tempat yang sepi supaya ilmu bisa terserap dengan sempurna dan bebas dari gangguan. 

Pergeseran Fungsi Ulzah

Namun saat ini tidak hanya menjadi tempat untuk mengasingkan diri saja. Gubuk juga menjadi tempat tinggal bagi santri yang memang membutuhkan ruang tertentu seperti santri yang tergabung dalam grup musik “Solmet”. Ulzah menjadi tempat latihan sekaligus tinggal agar ramainya musik tidak mengganggu para santri lainnya. 

Gubuk juga bisa menjadi tempat tinggal bagi santri yang sudah berkeluarga. Tentu ukuran Ulzah akan sedikit lebih besar daripada ukuran standar. Para santri yang sudah tua juga boleh tinggal di rumah pengasuh mereka dan bagi santri yang sambil bekerja, ponpes juga memperbolehkan hal tersebut. 

Nah, itulah informasi mengenai Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijogo Cilacap yang bisa Anda ketahui. Hingga saat ini, sudah ada 19 santri yang khotmil Al-Qur’an atau sudah hafal Al-Qur’an dengan baik. Ada 16 santri perempuan dan 3 santri lelaki. Dengan keunikannya, tentu pesantren ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan pesantren lain. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.