Sejarah Gunung Srandil Cilacap, Mitos atau Fakta?

oleh -906 views
sejarah gunung srandil cilacap

Pastinya Anda sudah tidak asing lagi akan cerita mistisnya beberapa gunung di Indonesia termasuk juga mengulas tentang sejarah Gunung Srandil Cilacap. Hal ini mungkin memang bukan berita besar lagi sebab setiap gunung selalu punya cerita mistis tersendiri. Hal ini juga sama dengan gunung srandil cilacap tersebut.

Gunung Srandil memang sebagai objek wisata yang religius bagi masyarakat dan wisatawan. Untuk asal usulnya tentunya tidak terlepas dari cerita legenda ataupun cerita rakyat yang berasal dari masyarakat setempat. Namun, masih belum pasti tentang kebenaran cerita tersebut. Untuk lokasinya sendiri terdapat di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, tepatnya di Desa Glempang Pasir.

Gunung Srandil adalah gunung yang bentuknya berupa perbukitan dan juga ada banyak hutan. Selain itu ada banyak tempat penyembahan yang biasanya masyarakat sebut sebagai pesucen dalam Bahasa Jawanya artinya tempat suci. Gunung ini pun sebagai objek wisata yang sudah dikeramatkan oleh kalangan masyarakat tertentu di daerah ini,

Gunung Srandil Cilacap

Telah jelas sebelumnya bahwa Gunung Srandil adalah bukit karang yang terdapat di daerah Pantai Selatan yaitu di Desa Glempang Pasir. Banyak orang meyakini gunung ini sebagai petilasan kaki semar dan pangreh gaib. Selain itu juga sebagai Padepokan di Kaki Semar dan pangreh Gaib yang bersemayam di sana.

Kaki Semar sendiri terkenal akan kata-katanya yaitu bagaimana menjalani hidup sebaiknya mengacu dan berpedoman kepada “Ojo dumeh, eling lan waspodo” yang artinya adalah “jangan mentang-mentang, ingat, dan waspada”.

Srandil sendiri berasal dari kata suro dan adil. Ini adalah tempat mengasah diri untuk mencari keadilan yang mana apabila sudah tidak ada lagi jalan keluarnya. Gunung srandil juga menjadi pepunden yang paling tua di Pulau Jawa.

Adapun sejarah Gunung Srandil Cilacap ini pada awalnya wilayah Srandil adalah tempat penyebaran agama Islam dari daerah Pesisir. Sebab waktu ini, masih belum ada agama Islam di wilayah tersebut. Lalu hanya ada agama Hindu dan Budha saja.

Kemudian sebagian besar lainnya adalah orang-orang yang punya kepercayaan Kejawen. Bukti adanya penyebaran agama Islam di masa tersebut yaitu adanya pepunden Syekh Maulana Murahidi yang terkenal dengan Mbah Gusti Agung

Sebelum Anda memasuki kompleks gunung srandil ini maka akan ada Padepokan Agung Mandalagiri yang pernah Panguyuban Cahya Buwana bangun yang merupakan perkumpulan putra dari Kaki Semar.

Padepokan tersebut biasanya sebagai tempat untuk bermalam pengunjung yang ingin mengenal Padepokan tersebut tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Tentunya pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat Gunung Srandil, namun juga ada yang dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Bali.

Sejarah Gunung Srandil Cilacap

Pada umumnya pengunjung yang kesini bertujuan untuk berziarah, bertapa, atau tirakat. Mereka mengharapkan akan tuah, wangsit, ilmu, pesugihan, dan yang lainnya dari para penguasa di Gunung Srandil ini.

Berdasarkan ceritanya,  penghuni pertama di Gunung Srandil yaitu Sultan Mukhriti, putra kedua Dewi Saribanon Ratu Sumenep Jawa Timur. Waktu itu Sultan datang untuk bertapa akan tetapi Sultan Mukhriti menghilang sehingga yang tinggal petilasannya yang terletak di bagian emblem timur dan banyak menyebutnya sebagai petilasan Mbah Gusti Agung Sultan Mukhriti.

Tidak hanya itu, legenda rakyat yang pertama bermukim di Gunung Srandil yaitu ada dua orang antar alain Kunci Sari dan Dana Sari. Mereka ini adalah prajurit Pangeran Diponegoro yang tidak pernah mau menyerah kepada bala tentaranya Belanda.

Akibatnya mereka pun melarikan dirinya ke Gunung Srandil agar bisa bersembunyi dan pada akhirnya meninggal di Gunung ini. Makam kedua prajurit ini terdapat di daerah sebelah timur Gunung Srandil.

Di Gunung Dandil ada petilasan yang masyarakat anggap memiliki kemampuan dan melebihi orang lain yang terkenal sebagai tokoh-tokoh orang sakti mandraguna. Dari kemampuan dan kesaktiannya tersebut, maka tempat yang disinggahi dianggap keramat dan disakralkan,

Petilasan yang ada di Gunung Srandil antara lain Kanjeng Gusti Agung Akhmat, Kaki semar Tunggul Sabdojati Dayo amongrogo, Nyai Dewi Tanjung Sekarsari, Mbah Kanjeng Gusti Agung, Juragan Dampo Awang, , dan Petilasan Langlang Buwana.

Petilasan-Petilasan di Kompleks Kaki Gunung Srandil

1.    Petilasan Syeh Jambu karang (petilasan Dampo Awang atau Sam Poo Kong), disebut juga sebagai Eyang Jambu karang sebab disampingnya berdiri dan tumbuh pohon jambu yang tidak tahu kapan tumbuhnya sebab sejak dulu hingga jkii pohon itu tetap berdiri dan sebesar itu, bahkan tidak pernah berubah sekalipun.

2.    Petilasan Gusti Agung Sultan Murahidi, tempat ini di hari biasa sebagai tempat meditasi untuk orang-orang yang dating dengan keperluan mereka masing-masing. Sebab tempat ini masyarakat menyakininya sebagai perkumpulan para gaib dari Bumi Nusantoro.

3.    Petilasan Eyang Sukma Sejati, lokasinya ada di luar gunung sekitar 50 m di sebelah kiri gunung dan tepat di depannya Petilasan Eyang Gusti Agung yang ada di pintu keluar menuju petilasan melalui jalan setapak.

4.    Petilasan Nini Dewi Tanjung Sekarsari, berdasarkan pemahaman spiritualnya Nini Dewi Tunjung Sekarsari merupakan istri Kaki Semar.

5.    Petilasan Kaki Tunggul Sabdo jati Doyo Among Rogo, yang terkenal juga dengan petilasan Kyai Semar. Untuk para spiritualis atau penjaga goa Kaki, maka goa ini adan penjaganya yaitu Eyang Kumbang Ali-Ali dan juga Eyang Sadipa.

Berwisata Religi ke Gunung Srandil

Jika Anda ingin melakukan wisata religi ke Gunung Srandil ini, maka ada beberapa ritual yang harus Anda lakukan terlebih dahulu. Misalnya Anda harus bermalam di gunung tersebut, sehingga Anda pun harus mengitari gunung usai pukul 24.00 hingga 3 pagi.

Menurut petunjuk dari Ki Semar bahwa Anda harusnya melakukan ritual ini dari arah yang berlawanan jarum jam. Tujuannya ini agar saat mengitari gunung ini Anda bisa bertemu dengan Poro Pangreh Gaib.

Selain itu, para peziarah akan melafalkan sebuah doa atau kalimat suci kepada Pangreh Gobi. Mereka pun akan ikut melafalkannya untuk menyampaikan doa tersebut kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian untuk jumlah pengitarannya sendiri, maka sebaiknya Anda memilih jumlah yang ganjil. Lalu dalam melakukan wisata religi ini, anak Anda harus membawa minyak wangi, dupa, kemenyan madu, hingga kembang telon. Karena saat melakukan ritual suci maka Anda haruslah menggunakan wewangian.

Itulah sejarah Gunung Srandil Cilacap yang harus Anda ketahui sebelum mengunjungi tempat ini. Untuk Anda yang ingin berkunjung ke Gunung Srandil ini maka bisa melalui Adipala atau Kroya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.