Mengenal Kesenian Daerah Wayang Kulit Gagrag Banyumas

oleh -26 views
wayang kulit gagrag banyumas

Indonesia memiliki banyak sekali kesenian daerah yang sangat menarik dan memiliki nilai kehidupan yang baik. Seperti Banyumas melalui kesenian Wayang Kulit Gagrag Banyumas. Melalui pewayangan ini, Anda bisa melihat betapa banyak cerminan nilai masyarakat Banyumas. Inilah seluk beluk wayang kulit ini yang bisa Anda pahami.

Sekilas Tentang Wayang Kulit Gagrag Banyumas

wayang kulit gagrag banyumas
(sumber gambar: inibaru.id)

Wayang Kulit Gagrag Banyumas adalah salah sau gaya pendalangan atau pewayangan yang ada di Pulau Jawa. Pewayangan ini juga terkenal dengan istilah pakeliran dan punya peran sebagai bentuk seni klangenan. Bentuk seni ini menjadi salah satu media untuk mempertahankan nilai etika dan hiburan yang kualitasnya selalu terjaga dari waktu ke waktu.

Ada beberapa unsur yang juga termasuk dalam pakeliran ini. Unsur-unsur tersebut adalah sabet (seluruh gerakan wayang), karawitan (gendhing, properti panggung, dan sulukan), hingga lakon wayang (penyajian alur cerita sekaligus dengan maknanya). Jika Anda ingin mengenal lebih dekat tentang daerah Banyumas, maka bisa melihat wayang kulit Gagrag. Pasalnya, Anda bisa melihat nilai kehidupan yang kental.

Gaya Kerakyatan Banyumas yang Tampak Dalam Wayang

Bukan hanya sekedar pewayangan semata, ada nilai masyarakat yang tampak dengan kuat lewat pewayangan ini. Wayang Kulit Gagrag Banyumas menampikan nilai masyarakat Banyumas yang jujur, terus terang, terbuka, sederhana lebih bebas, dan mampu beradaptasi sampai saat ini meski ada perubahan zaman yang kuat. Gaya ini berkembang secara luas khususnya daerah eks-Karesidenan Banyumas.

Dengan nilai masyarakat tersebut, pakeliran ini berbeda dengan pakeliran yang ada di daerah lain yang sudah terlebih dahulu punah. Khususnya bagi daerah-daerah yang dekat dengan daerah pusat kekuasaan Keraton. Misalnya Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri. Selain unik dari segi pakeliran, pedalangan Gargrag Banyumasan juga punya tatanan atau pakem yang unik dan khusus.

Wayang Kulit Gagrag Banyumas mendapatkan pengaruh pakem atau tatanannya dari seni pedaalangan Yogyakarta dan Surakarta. Meski begitu, Gagrag Banyumas tetap punya ciri khasnya tersendiri. Ciri khas ini tampak pada penokohan Bawor dengan lagunya Kembang Lepang dan Gendhing Banyumasan.

Melalui penokohan Bawor, Wayang Kulit Gagrag Banyumas punya ciri khas penceritaan yang menonjolkan peran rakyat kecil yang mengalami manifestasi dalam tokoh punakawan. Contohnya dari cerita Bawor Dadi Ratu, Petruk Krama, dan lain sebagainya. Selain itu, cerita Wayang Gagrag Banyumas juga menonjolkan peranan para pemuda dalam menyelesaikan banyak kasus dan masalah.

Contoh cerita ini bisa Anda lihat dalam Srikandi Mbarang Lengger. Cerita ini adalah terusan dari lakon Srenggini Takon Rama. Lewat cerita ini, bisa terlihat bahwa peran pemuda yang diwakili oleh tokoh Wisanggeni dan Antasena menjadi sangat sentral dan punya peranan serta pengaruh yang sangat besar. Kemudian, seni Pedhalangan Gagrag Banyumasan ini dilestarikan oleh para pakar pedhalangan dalam paguyuban ganasidi yang diselenggarakan di Kawedanan Bukateja pada 21 April 1979.

Kesenian Daerah Lain dari Banyumas

wayang kulit gagrag banyumas
(sumber gambar: blogindonesia.blogspot.com)

Tidak hanya Wayang Kulit Gagrag Banyumas, Anda pun masih bisa menjumpai banyak kesenian asli dari daerah ini. Sebab pada dasarnya, ada 36 (tiga puluh enam) jenis budaya tradisional yang masyarakat Banyumas miliki dari zaman dulu sampai saat ini. Bentuk budaya yang berkembang juga sangat beragam. Inilah beberapa kesenian lain dari Banyumas yang bisa Anda ketahui:

1. Karawitan Gargag Banyumas

Ini merupakan salah satu gaya karawitan Jawa yang berkembang di daerah sebaran budaya Banyumas. Karawitan ini memiliki 3 (tiga) warna yang terdiri dari Warna Wetanan, Warna Kulonan, dan Warna Banyumasan. Untuk Warna Wetanan, mendapatkan pengaruh dari karawitan keraton, yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Warna Kulonan mendapatkan pengaruh dari gaya Sunda.

Sementara itu, Warna Banyumasan adalah warna yang secara khas melatar belakangi budaya masyarakat asli setempat Banyumas sehingga sangat kental nuansa kerakyatannya. Ketiga warna ini bisa Anda lihat dan jumpai pada garap gendhing, bentuk gendhing, dan garap instrumen dalam setiap penyajiannya.

2. Rengkong

Rengkong merupakan sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan termasuk dalam rangkaian panen padi. Rangkaian ini merupakan sebuah ritual untuk bersama-sama membawa padi dari sawah menuju ke rumah atau lumbung desa. Arti rengkong sendiri rengeng-rengeng kepada yang besar dan berkuasa. Ini bisa Anda artikan sebagai bentuk puji-pujian kepada Yang Maha Kuasa.

Pujian ini mengandung rasa syukur kepada Dewa Sri yang merupakan Dewa dari para petani atas hasil panen yang melimpah. Masyarakat petani Desa Kutaliman akan menggunakan Rengkong ini sebagai alat untuk membawa hasil panennya. Dengan begitu, mereka menyampaikan rasa syukur sehingga di panen berikutnya hasil panen tetap melimpah dan tidak akan terkena hama.

3. Muntiet

Pada dasarnya, Muntiet adalah suatu kesenian tradisional yang sudah sangat langka. Saat ini Anda bisa menjumpainya di Desa Karang Duren, Kecamatan Sokaraja. Kesenian ini akan dipimpin langsung oleh seorang dalang. Kemudian akan ada beberapa pemusik dan pemain untuk menceritakan cerita rakyat dengan iringan jemblung. Untuk cerita sendiri akan sangat bervariasi.

Muntiet bisa saja membawa cerita asal usul daerah, legenda, dan lain sebagainya. Anda pun bisa melihat sebuah pertunjukan yang unik, karena para pemain akan bercerita sembari makan hidangan yang ada tanpa henti.

4. Macapat Banyumas

Macapat adalah sebuah seni tutur tradisional yang berupa tembang Jawa. Anda akan mendengar macapat tanpa adanya alat musik apapun dan lagunya sudah terbentuk paten, khususnya dalam guru lagu dan guru wilangannya. Akan tetapi, tutur atau kalimat dalam lagu tersebut yang juga memiliki sebutan “cakepan” akan bersifat luwes dan bisa berubah. Cakepan ini bisa mengambil dari serat yang lebih tua seperti serat Centhini atau babad.

5. Wayang Golek

Selain Wayang Kulit Gagrag Banyumas, ada juga kesenian berupa wayang golek. Perbedaan kedua jenis wayang ini adalah dari bahan pembuatannya. Wayang golek terbuat dari kayu dan dibentuk menyerupai golek atau boneka dalam bahasa Indonesia. Jenis wayang ini masih terbagi lagi menjadi 2 (dua) macam yaitu Wayang Golek Menak dan Wayang Golek Purwa.

Kedua jenis wayang golek ini memiliki perbedaan dari segi cerita yang mereka bawakan. Untuk Wayang Golek Menak akan menceritakan tentang perjuangan penyebaran Agama Islam, khususnya pada masa Nabu Muhammad SAW. Sementara itu, untuk jenis Wayang Golek Purwa akan menceritakan tentang cerita Mahabarata dan Ramayana.

6. Ketoprak

Kesenian asli dari daerah Banyumas selanjutnya adalah Ketoprak. Ini merupakan sebuah pertunjukkan yang menampilkan penyampaian cerita yang memiliki iringan musik gamelan. Pada dasarnya, seni Ketoprak merupakan media komunikasi antara pemerintah, seniman, dan juga masyarakat. Karena tidak sedikit juga cerita yang tampil membahas bagaimana kondisi pemerintahan. Jadi tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga meningkatkan apresiasi seni dan jiwa nasionalisme bagi penontonnya.

7. Cowongan

Selanjutnya ada juga kesenian tradisional Cowongan yang berupa ritual untuk mengundang hujan. Jadi pada jaman dahulu, masyarakat Banyumas khususnya para petani akan menggunakan ritual ini untuk mengundang hujan saat kemarau panjang menyerang. Akan tetapi, saat ini Cowongan berubah menjadi seni pertunjukan dan sebagai lambang kehidupan manusia.

8. Begalan

Begalan adalah sebuah seni tutur tradisional yang menjadi sarana upacara pernikahan. Penampilan Begalan akan menggambarkan sebuah peristiwa perampokan terhadap barang bawaan dari besan, yaitu pihak mempelai pria yang dicuri oleh rampok (begal). Akan tetapi, meski menggambarkan pencurian dalam falsafah orang Banyumas, arti barang bawaan yang hilang ini adalah bajang sawane nini penganten dan kaki penganten.

Maksudnya, barang bawaan yang hilang itu berarti segala kendala atau rintangan yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan rumah tangga untuk kedua mempelai. Jadi diharapkan setelah kegiatan ini, kehidupan pernikahan akan berjalan lancar dan tidak mendapatkan masalah apapun sehingga bisa senantiasa langgeng.

Itulah ulasan lengkap tentang kesenian Wayang Kulit Gagrag Banyumas yang memiliki nilai kehidupan masyarakat Banyumas. Sekaligus berbagai kesenian daerah lain yang juga bisa Anda temukan dari Banyumas. Dari informasi ini, bisa Anda ketahui bahwa ada banyak sekali kesenian yang bagus dan menarik dari Banyumas.

Bukan hanya sekedar seni, tapi semuanya juga memiliki makna dan nilai filosofis yang sangat dalam dan menggambarkan kebaikan hidup. Sampai saat ini, berbagai kesenian ini masih bisa Anda jumpai, meski memang jumlahnya sudah tidak sebanyak dulu. Diharapkan tentu seluruh masyarakat bisa tetap menjaga kelestariannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.