Berita PSCS Cilacap Terbaru: Kemelut Club Terkait Gaji

oleh -399 views
berita PSCS cilacap

Dunia sepakbola tanah air memang selalu menghadirkan cerita yang seru dan sayang untuk Anda lewatkan setiap harinya. Salah satunya adalah berita PSCS Cilacap terbaru pada awal 2022 ini. Pada awal musim, klub sepakbola ini mengalami beberapa kejadian penting, terutama soal kemelut tunggakan gaji yang belum menemui titik terang.

Masalah tunggakan gaji memang bukan hal baru di dunia sepakbola tanah air. Tidak hanya di club yang berada dalam liga 2 atau 3, bahkan club besar yang masuk di liga 1 pun pernah mengalami hal serupa. Kini berita PSCS Cilacap diwarnai dengan kemelut gaji yang menunggak hingga membuat pemain angkat bicara di mesia masa. Lalu seperti apa sebenarnya duduk perkara soal gaji di PSCS Cilacap?

Masalah Gaji Berlangsung Sejak Desember 2021

Rupanya kemelut soal gaji yang belum pemain dan pelatih dapatkan di PSCS Cilacap sudah berjalan sejak Desember 2021 lalu. Pada bulan Desember 2021, muncul kabar yang menyebutkan bahwa klub PSCS belum membayarkan gaji bagi para pemain serta pelatih selama 2 (dua) bulan lamanya. Tidak hanya itu, bahkan para staff yang turut terlibat urusan klub juga belum mendapatkan hak mereka.

Ketika memberikan keterangan kepada wartawan salah satu berita online, salah satu pemain PSCS Cilacap berujar jika pihak pemain sudah mencoba untuk menghubungi Presiden PSCS, yaitu Bambang Tujiatno. Hanya saja, tidak mendapatkan respon dan balasan yang baik terkait kejelasan gaji. Bahkan semua pesan-pesan yang coba pemain kirimkan justru diabaikan begitu saja.

Pemain tersebut juga menuturkan selengkapnya bahwa keterlambatan pembayaran gaji tidak hanya berlangsung 1 bulan lamanya. Melainkan sudah 2 bulan, sejak bulan Oktober 2021 dan November 2021. Tandanya, klub PSCS belum bisa membayarkan hak para pelatih, pemain, dan staff selama 2 bulan lamanya.

Pada saat itu, wartawan sempat menanyakan ke pemain tersebut mengapa persoalan ini akhirnya muncul ke publik hingga masuk ke berita. Pemain PSCS yang menjadi wakil juru bicara dari teman-temannya berujar jika hal ini bisa terjadi karena rasa jengkel yang tidak kunjung mendapatkan kejelasan terkait gaji dari petinggi club.

“Kami juga punya kebutuhan, terpaksa ungkap ke media karena sudah mencoba menghubungi Pak Bambang, tapi nggak ada balasan”. begitu ujarnya. Selain masalah gaji tersebut, langkah PSCS sendiri memang harus terhenti di Liga 2 2021 Indonesia silam. Pada akhirnya, PSCS harus puas berada di posisi 3 klasemen dengan poin 16 dari 10 pertandingan. Pemenang dari gelaran Liga 2 Indonesia sendiri pada akhirnya adalah Persis Solo.

Pemain Angkat Bicara di Sosial Media

berita PSCS cilacap
(sumber gambar: pikiran-rakyat.com)

Berita PSCS Cilacap soal kemelut gaji yang masih menunggak, akhirnya semakin ramai diperbincangkan ketika pemain sudah angkat bicara di sosial media. Pada 16 Januari 2022 lalu, akun Instagram pribadi @arif7oeminz, angkat bicara soal tunggakan gaji yang belum menemui titik terang di PSCS.

Dalam unggahan Instagram Story tersebut, pemain menuliskan, “Mau sampai kapan ini hak-hak kami beres?? Tolonglah hargai putra daerah”. Begitu tulisnya dalam unggahan tersebut. Pada akhirnya, sontak ini menimbulkan perbincangan di kalangan pecinta sepakbola nasional.

Banyak pihak yang terkejut karena pada gelaran Liga 2, PSCS tampil cukup baik dan bisa bersaing dengan tim tim besar lainnya. Dengan performa yang apik, jelas tidak ada yang menyangka apabila telah terjadi tunggakan gaji para pemain yang sudah berjalan selama hampir 4 bulan lamanya. Terhitung dari bulan Oktober, November, Desember, hingga Januari.

Berita PSCS Cilacap: Gaji Belum Menemui Titik Terang

Hingga berita PSCS Cilacap pada 25 Januari 2022 lalu muncul, belum ada titik terang soal pelunasan gaji untuk para pemain. Semua pemain yang baru saja menuntaskan tugas mereka di kompetisi Liga 2 masih terus menagih janji pelunasan gaji yang belum manajemen klub lakukan. Hal tersebut merupakan penuturan dari Kapten PSCS Cilacap, yaitu Mochamad Arifin.

Selama ini sebagai kapten kesebelasan, memang Arifin menjadi orang yang dipercayai oleh para pemain dan pelatih untuk meminta hak mereka kepada manajemen. Arifin sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada niat baik dari manajemen klub untuk mellinasi gaji pemain. Tunggakan gaji tersebut terhitung masih kurang 150% dari total gaji yang harus manajemen lunasi kepada pemain, pelatih, dan juga staff.

Arifin juga mengutarakan bahwa sebenarnya ada sebuah grup Whatsapp yang menjadi tempat komunikasi antara pemain dan manajemen klub. Sengaja dibuat sebuah grup, supaya terjalin komunikasi yang baik antara semua pihak di klub PSCS. Sayangnya, selama ini manajemen klub justru cenderung bersikap pasif dan jarang, bahkan tidak pernah untuk ikut berkomunikasi meski sedang ada topik pembicaraan antara para pemain. Inilah yang kemudian membuat para pemain PSCS menjadi kecewa.

Memang kemudian muncul usaha untuk mencicil gaji pemain, namun masih ada tunggakan 1 setengah bulan lagi yang belum manajemen lunasi. Inilah yang sedang diperjuangkan oleh para pemain PSCS dengan Arifin sebagai perwakilan.

Baca Juga: PSCS Cilacap: Profil, Prestasi, dan Berita Terbaru 2021

Niatan Membawa Persoalan ke APPI dan Investor Baru

berita PSCS cilacap
(sumber gambar: tribunnews.com)

Berita PSCS Cilacap soal gaji memang membuat banyak pihak menyayangkan sikap manajemen yang terlampau pasif dalam menghadapi persoalan gaji. Hal inilah yang akhirnya membuat Mochamad Arifin selaku kapten tim sempat berujar jika ingin membawa persoalan ini ke APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia). Akan tetapi, keinginan tersebut belum sempat terjadi karena masih menunggu itikad baik dari pihak manajemen.

Apabila pihak manajemen nantinya sudah menunjukkan itikad baik untuk melunasi gaji pemain, maka tidak akan jadi melaporkannya ke APPI. Selain itu, keberadaan investor baru juga menjadi sorotan selain persoalan gaji. Pengusaha Maya Damayanti yang merupakan orang Cilacap asli, ingin terlibat dengan manajemen PSCS dan ingin membiayai klub.

Masalah finansial klub memang sudah lama menjadi sorotan yang harusnya bisa segera teratasi dengan kehadiran investor baru. Harus ada niatan yang kuat dan tegas agar PSCS Cilacap maju. Arifin sendiri berujar, jika memang Maya Damayanti masuk ke manajemen PSCS, maka bisa membawa perubahan yang baik untuk kondisi finansial klub.

Hal ini juga sejalan dengan keterangan Media Officer PSCS, yaitu Rassino yang mendukung kehadiran investor baru di klub. Ia berujar jika masyarakat sepakbola Cilacap jelas mendukung apabila Maya Damayanti memang berkomitmen untuk membantu keuangan klub agar lebih baik lagi. Hal yang terpenting adalah bagaimana Presiden PSCS, Bambang Tujiatno, bisa berkomunikasi dengan Maya Damayanti.

Maya Damayanti adalah seorang pengusaha sukses yang merupakan putri asli Cilacap. Karena lahir di Cilacap, ia mengaku ingin turut berkontribusi dalam membantu memperbaiki kondisi finansial klub supaya jauh lebih baik lagi. “Saya tidak ada kepentingan lain selain membantu PSCS supaya lebih baik lagi”, ujar Maya Damayanti.

Nah, itulah berita PSCS Cilacap soal gaji pemain yang menunggak. Tentu patut kita nantikan seperti apa kelanjutan kemelut gaji yang menimpa klub PSCS. Tentunya kita semua berharap, manajemen klub bisa segera mengatasi permasalahan ini dan bisa membuka kesempatan bagi investor baru agar bisa berkontribusi membuat PSCS menjadi lebih berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.